Kota Asing

di meja panjang ini aku menghidangkan wajahku sendiri, dan aku berjanji akan melahapnya sebelum semua memucat-pasi—termasuk pintu-pintu itu. di luar, malam memar. sisa terang telah lama digantikan rasa lapar yang seperti datang dari masa silam; serentetan teriakan yang lebih tajam dari aneka pedang dan mata tombak; sehambur dosa-lama yang telah semena-mena mengubah merah rekah menjadi merah darah, merah bibir Madonna menjadi merah Coca-cola, merah daging sapi menjadi merah sampul buku puisi. di ruangan lain, televisi menyala. suaranya seperti mematahkan apa saja yang berada di hadapannya dan membencinya.

ketika akhirnya aku melepaskan wajahku, segala hal yang semula bergerak telah lenyap. mobil-mobil yang melaju cepat, langkah-langkah yang lamat berkarat. lampu lalu-lintas yang berkedip lambat. dari saku kemeja aku keluarkan selembar struk belanja, dan aku menyatukannya dengan kartu kereta, foto diriku yang lama, sebuah selebaran dan memo singkat seorang wanita. waktu adalah dirimu seandainya kau tahu. di punggung kursi, bau tubuhku mengkhianatiku, dan melupakanku. sebuah ledakan terdengar dari ruangan lain, seperti masa depan yang berusaha mencuri setiap kenangan yang kumiliki.

sesungguhnya aku enggan kembali berada di ruangan ini, terjebak pada latar samar di mana sentuhan telah menjelma sesuatu yang teramat dingin dan khayali. ketika berada di luar, dalam sorotan lampu-lampu yang ternyata lebih mencintai bayanganku ketimbang diriku sendiri, aku terdiam. berdiri dan terdiam. pantulan diriku di jendela. langit lapang. aku bertanya-tanya apakah dengung nyamuk dan bising kota sesungguhnya adalah sesuatu yang sama; sebuah kehidupan yang tak memahamiku dan tak kupahami. kesunyian, pada saat itu adalah kekosongan. kursi-kursi yang tak terisi. aku di depan pintu dan saat ini tak lain adalah diriku yang tak kukenali.

sebelum itu, saat kepulangan ini masih remaja, dan masih belaka, aku bertarung dan terpaksa melukai diriku sendiri. orang-orang dan gerbong kereta. orang-orang dan percakapan maya di dalam kepala. apakah dingin AC adalah dingin yang sama dengan ketiadaan, aku tak tahu. apakah deru mesin adalah rasa takut yang muncul selalu bersama laparku, aku tak tahu. sebuah bunyi dari peluit yang ditiup di siang hari. makan malam bersama kekasih. pelukan dan ciuman di tempat lain. aku menghitung berapa banyak kata yang kuhabiskan untuk menghabisi hari, dan aku tertegun mendapati bayanganku masih mengikutiku meski sungguh kian ke sini aku kian tak mengenalinya dan membencinya. di saku celana, ponselku berdering. dering yang begitu kering. dering yang terasa asing. sepasang kuning dari arah kanan menghampiriku, seperti akan mendekapku. namun ia melupakanku begitu saja.

di meja panjang ini, aku telah menghidangkan wajahku sendiri, dan aku telah berjanji untuk melahapnya, seorang diri, meski aku akan tersakiti. di ruangan lain televisi masih saja menyala, dan ia mulai menyalahkan apa saja di hadapannya. apa saja yang terdiam dan mengabaikan kehadirannya, di hadapannya. aku menengadah. aku berpikir tentang Tuhan dan membayangkan ia mencelupkan tubuh sucinya ke dalam kolam, dan dari kolam itu ia menciptakan kata-kata dan nama-nama, dan manusia dan dunia. dan kita mengenal kota. juga dosa.

pada akhirnya wajah yang terhidang ini akan menjadi darah pada dagingku, lalu daging pada tulangku, lantas malam akan sempurna, dan pagi mulai bermata. aku mengambil kembali kartu kereta, struk belanja, foto diriku yang lama. dan memo seorang wanita. ketika bercermin aku telah menemukan wajahku yang baru, yang sesungguhnya tidaklah baru namun aku pernah melupakannya, dan akan kembali melupakannya. pintu-pintu mengisap langkahku. kota membuka mulutnya, dan melahapku. waktu adalah dirimu seandainya kau tahu. saat ini, aku harus terlebih dulu menghabiskan wajahku ini.

2015

Advertisements

3 thoughts on “Kota Asing

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s