Kalimat Sederhana dengan Katakerja (bagian 1)

Dalam bahasa Indonesia, kita mengenal pola S+P+O. Dalam bahasa Jepang, pola ini tidak berlaku. Yang berlaku dalam bahasa Jepang adalah: S+O+P.

Sederhananya, pola kalimat sederhana dengan katakerja dalam bahasa Jepang bisa dirumuskan seperti ini: Subjek wa Objek wo Predikat. Perhatikan penggunaan dan penempatan partikel wa (は) dan wo (を) di sana. Partikel wa (は) ditempatkan setelah subjek dan sebelum objek; partikel wo (を) ditempatkan setelah objek dan sebelum predikat. Katakerja, dalam hal ini, mengisi posisi predikat.

Contoh-contoh:

  • Otouto wa yoku miruku wo nomimasu. (弟は良くミルクを飲みます。/ Adik laki-laki saya sering minum susu.)
  • Okaasan wa atarashii baggu wo kaimasu. (お母さんは新しいバッグを買います。/ Ibu akan membeli tas baru)
  • Imouto wa itsumo sanjihan ni okimasuka. (妹はいつも3時半に起きます。/ Adik perempuan saya biasa bangun pukul tiga.)
  • Ashita otousan wa hatarakimasen. (明日お父さんは働きません。/ Besok ayah tidak akan bekerja.)

Di dalam contoh-contoh tersebut, katakerja yang kita gunakan bukan lagi dalam bentuk kamus, melainkan sudah dalam bentuk “-masu”. Katakerja “nomimasu (飲みます)”, misalnya, berasal dari katakerja “nomu (飲む)” yang diubah menjadi “nomi” dan ditambahkan “-masu (ます)” di belakangnya. Ini bisa menjadi sebuah cara melatih keterbiasaan kita terhadap perubahan katakerja. Jika sebelumnya kita mengubah katakerja dari bentuk kamus ke bentuk “-masu”, kali ini kita mencoba menelusuri bentuk kamus dari katakerja yang telah disajikan dalam bentuk “-masu”. Semakin banyak berlatih, semakin kita terbiasa.

 

Tenses Bagian 1 (Present, Future, Past)

Seperti halnya dalam bahasa Inggris, dalam bahasa Jepang pun katakerja mengalami perubahan untuk menunjukkan tenses. Di pelajaran ini, kita akan membahas tiga di antara tenses yang ada—present tense, future tense, past tense.

Untuk present tense dan future tense, kita sebenarnya sudah cukup mengenalinya, yakni kalimat dengan katakerja dalam bentuk “-masu”. Katakerja “okimasu (起きます)”, misalkan, bisa berarti terbiasa bangun atau akan bangun. Yang menentukan tenses mana yang kita gunakan pada akhirnya adalah konteks kalimat. Jika ada kata keterangan yang menunjukkan perulangan, seperti “itsumo (いつも)”, maka katakerja tersebut merujuk ke sesuatu yang present. Tapi, jika kata keterangan yang ada justru menunjukkan sebuah titik waktu di depan, seperti “ashita (明日)”, maka katakerja tersebut merujuk ke sesuatu yang future. Aturan ini berlaku juga meski si katakerja dalam bentuk negatif (-masen) atau interogatif (-masuka).

Lalu bagaimana dengan past tense?

Kita tentu masih ingat bentuk “i” yang kita bahas di pelajaran sebelumnya. Salah satu fungsi bentuk “i” yang lainnya, adalah mengubah tenses kalimat ke wujud past.

Caranya mudah; hampir sama dengan cara kita membuat bentuk “-masu”. Pertama-tama, kita ubah katakerja dari bentuk kamus ke bentuk “i”. Selanjutnya, jika biasanya kita menambahkan “-masu” (atau “-masen” atau “-masuka”) di belakangnya, kali ini kita menambahkan “-mashita”. Tambahan “-mashita”, menunjukkan bahwa si katakerja berada dalam wujud past, bukan lagi present.

Contoh-contoh:

  • Yuube watashi wa tegami wo kakimashita. (夕べ私は手紙を書きました。/ Semalam saya menulis surat.)
  • Kinou ojiisan wa byouin ni ikimashita. (昨日おじいさんは病院に行きました。/ Kemarin kakek pergi ke rumah sakit.)
  • Obasan wa saki uchi wo dekakemashita. (おばさんはさき家を出かけました。/ Bibi barusan keluar rumah.)
  • Kono T-shatsu wa kyonen kaimashita. (このT-シャツは去年買いました。/ Saya membeli kaus ini tahun lalu.)

Perhatikan kata keterangan-kata keterangan yang digunakan pada contoh-contoh tersebut. Mau tidak mau, sebab si katakerja dalam wujud past, maka kata keterangan ini harus juga menunjukkan sesuatu yang past. Malahan, yang sebenarnya terjadi adalah, si katakerja menyesuaikan diri dengan si kata keterangan. Pada awalnya kita menyebutkan si kata keterangan yang merujuk ke titik waktu di belakang, lantas si katakerja kita ubah ke bentuk “-mashita”. Seperti itulah tenses dalam bahasa Jepang bekerja.

Selanjutnya coba perhatikan kalimat nomor empat. Di sana, tidak seperti tiga kalimat di atasnya, tidak ada subjek. Kalimat langsung dimulai dengan objek, dan setelah partikel serta kata keterangan ditempatkan katakerja. Tak ada subjek. Tapi kalimat ini sudah benar, dan sudah bisa dikatakan lengkap. Ini bisa dibilang sebuah keistimewaan dalam bahasa Jepang, di mana untuk kalimat-kalimat tertentu si subjek tidak perlu dimunculkan. Kalimat-kalimat tertentu yang dimaksud di sana adalah kalimat-kalimat yang tanpa kemunculan subjek pun kita sudah tahu siapa si subjek; dengan kata lain, sudah jelas. Biasanya, si subjek yang tidak dimunculkan itu adalah diri kita sendiri, atau si subjek yang dimunculkan dalam kalimat sebelumnya.

Ada satu hal lagi yang sebenarnya perlu diperhatikan, yakni penggunaan serta penempatan partikel lain selain wa (は) dan wo (を), seperti ni (に). Tetapi, barangkali, kita bahas yang satu ini di lain waktu saja.

 

Tenses Bagian 2 (Bentuk Negatif dan Interogatif)

Kita sudah tahu bahwa untuk katakerja dalam wujud present dan future, cara mengubahnya ke bentuk negatif adalah dengan mengganti “-masu (ます)” dengan “-masen (ません)”. Sementara, untuk mengubahnya ke bentuk interogatif, kita cukup menambahkan huruf “-ka” di belakang katakerja tersebut. Tapi bagaimana jika si katakerja berada dalam wujud past?

Jawabannya mudah, meski terdiri dari dua tahap. Pertama, kita ubah katakerja tersebut ke bentuk present yang negatif, yakni mengganti “-mashita (ました)” dengan “-masen (ません)”. Kedua, kita tambahkan kata “deshita (でした)” setelahnya. Kata “deshita (でした)” ini menunjukkan kondisi past, sedangkan “-masen (ません)” tadi menunjukkan kondisi negatif. Demikianlah kita sudah membuat si katakerja berada dalam wujud past yang negatif.

Sementara itu untuk mengubah si katakerja ke dalam bentuk interogatifnya, caranya sangat mudah, yakni dengan menambahkan “-ka (か)” setelah “-mashita (ました)”.

 

Tenses Bagian 3 (Tabel)

Jika persoalan tenses ini dituangkan ke dalam tabel, akan terlihat seperti ini:

Katakerja Present/Future Past
Positif Negatif Positif Negatif
kuru (来る)

 

suru (する)

kimasu

(来ます)

shimasu

(します)

kimasen

(来ません)

shimasen

(しません)

kimashita

(来ました)

shimashita

(しました)

kimasen deshita

(来ませんでした)

shimasen deshita

(しませんでした)

benkyou suru

(勉強する)

benkyou shimasu (勉強します) benkyou shimasen

(勉強しません)

benkyou shimashita

(勉強しました)

benkyou shimasen deshita

(勉強しませんでした)

miru (見る)

 

taberu (食べる)

mimasu

(見ます)

tabemasu

(食べます)

mimasen

(見ません)

tabemasen

(食べません)

mimashita

(見ました)

tabemashita

(食べました)

mimasen deshita

(見ませんでした)

tabemasen deshita

(食べませんでした)

au (会う)

 

matsu (待つ)

 

kaeru (帰る)

 

yobu (呼ぶ)

 

nomu (飲む)

 

shinu (死ぬ)

 

kaku (書く)

 

isogu (急ぐ)

aimasu

(会います)

machimasu

(待ちます)

Karimasu

(帰ります)

yobimasu

(呼びます)

nomimasu

(飲みます)

shinimasu

(死にます)

kakimasu

(書きます)

isogimasu

(急ぎます)

aimasen

(合間線)

machimasen

(待ちません)

karimasen

(帰りません)

yobimasen

(呼びません)

nomimasen

(飲みません)

shinimasen

(死にません)

kakimasen

(書きません)

isogimasen

(急ぎません)

aimashita

(会いました)

machimashita

(待ちました)

karimashita

(帰りました)

yobimashita

(呼びました)

nomimashita

(飲みました)

shinimashita

(死にました)

kakimashita

(書きました)

isogimashita

(急ぎました)

aimasen deshita

(会いませんでした)

machimasen deshita

(待ちませんでした)

karimasen deshita

(帰りませんでした)

yobimasen deshita

(呼びませんでした)

nomimasen deshita

(飲みませんでした)

shinimasen deshita

(死にませんでした)

kakimasen deshita

(書きませんでした)

isogimasen deshita

(急ぎませんでした)

 

Kosakata

soudan suru (相談する/berkonsultasi), kenka suru (喧嘩する/berkelahi), nampa suru (軟派する/mengajak kencan), deeto suru (デートする/berkencan), kikku suru (キックする/menendang), shinjiru (信じる/percaya), dakishimeru (抱きしめる/memeluk), kasu (貸す/meminjamkan), utau (歌う/bernyanyi), odoru (踊る/menari), mukou (向こう/berbelok), aruku (歩く/berjalan), modoru (戻る/kembali), morau (貰う/menerima), ageru (上げる/memberi), suwaru (座る/duduk), iku (行く/pergi), kuu (食う/memakan), kawaru (変わる/berubah), neru (寝る/tidur), tamaru (堪る/bertahan), nayamu (悩む/bimbang), ganbaru (頑張る/bersemangat), hajimaru (始まる/mulai), hajimeru (始める/memulai), owaru (終わる/mengakhiri), inoru (祈る/berdoa).


Tugas

Ceritakanlah sesuatu dengan menggunakan tenses yang sudah dipelajari. Buat dua paragraf. Pada paragraf yang satu gunakanlah present tense dan atau future tense. Pada paragraf yang satu lagi, gunakanlah past tense.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s