Kalimat Sederhana Tanpa Katakerja (bagian 3)

Seperti yang dijanjikan di pelajaran sebelumnya, kali ini kita akan membahas kalimat jawaban. Akan tetapi, sebelum itu, ada baiknya kita membahas terlebih dahulu kata tanya-kata tanya.

Beberapa kata tanya dalam bahasa Jepang diantaranya: “nani (何/apa)”, “dare (誰/siapa)”, “donata (何方/siapa)”, “itsu (何時/kapan)”, “doko (何処/di mana)”, “dochira (どちら/yang mana)”, “ikura (幾ら/berapa)”, “ikutsu (幾つ/umur berapa)”, “oikutsu (お幾つ/umur berapa)”, “dou (如何/bagaimana)”, “ikaga (如何/bagaimana)”. Dalam kalimat, penempatannya sendiri bisa setelah “wa” (dan sebelum “desu”), bisa juga di awal kalimat. Contohnya bisa disimak di kalimat-kalimat berikut.

  • Kore wa nan desuka. (これは何ですか。/Ini apa?)
  • Ano hito wa dare desuka. (あの人は誰ですか。/Orang itu siapa?)
  • Kekkon wa itsu desuka. (結婚は何時ですか。/Kapan menikah?)
  • Kotoshi wa oikutsu desuka. (今年はお幾つですか。/Tahun ini usia Anda berapa?)
  • Toire wa doko desuka. (トイレは何処ですか。/Di mana toilet?)
  • Ocha wa ikaga desuka. (お茶は如何ですか。/Bagaiamana kalau teh?)
  • Nani o nomimasuka. (何を飲みますか。/Mau minum apa?)

Perhatikan contoh pertama. Di sana ada katatanya “nan (何/apa)”, yang sesungguhnya adalah bentuk lain dari “nani (何/apa)”. Keduanya memiliki kanji dan arti yang sama. Perbedaan atau perubahan bentuk ini hanya sebuah adaptasi untuk memudahkan pelafalan. Alih-alih mengatakan “nani desu ka”, tentu kita lebih mudah dan lebih nyaman mengatakan “nan desu ka”. Demikianlah katatanya “nani” memiliki sesuatu yang tidak dimiliki katatanya lainnya, yakni fleksibilitas.

Kemudian perhatikan contoh terakhir. Berbeda dengan contoh-contoh sebelumnya, di kalimat ini kata tanya ditempatkan di awal kalimat, dan tidak ada partikel “wa”, juga tidak ada kata “desu”. Partikel yang kita temukan adalah “o/wo”, yang tentu memiliki arti dan fungsi yang berbeda dengan “wa”—kita akan membahas arti dan fungsi ini nanti. Dan sebagai “kompensasi” atas tidak adanya kata “desu”, di kalimat ini kita menemukan kata “nomimasu (飲みます/meminum)”, yang adalah sebuah kata kerja dalam bentuk turunannya.

Perihal pola berbeda contoh terakhir tersebut kita akan membahasnya lebih jauh di pelajaran tentang katakerja. Di bagian ini, kita cukup mengetahui bahwa penempatan katatanya di awal kalimat bisa dilakukan jika di kalimat tersebut terdapat kata kerja. Jika katakerja itu tidak ada, kemungkinan besar si katatanya akan ditempatkan setelah partikel “wa”.

Sekarang kita masuk ke kalimat jawaban. Contoh kalimat tadi, misalnya: Kore wa nan desuka. (これは何ですか。/Ini apa?)” Untuk menjawabnya, kita punya dua pilihan. Pilihan pertama: kita mengulang separuh-awal kalimat tersebut, lalu mengganti kata “nan” dengan kata yang dirujuknya. Misalnya: “Kore wa kagi desu. (これは鍵です。/Ini kunci)” Pilihan kedua: kita cukup mengatakan kata yang dirujuk “nan” tersebut, lalu menambahkan kata “desu” setelahnya. Misalnya: Kagi desu. (鍵です。/Kunci.)” Pola dan aturan ini bisa dipakai untuk katatanya-katatanya yang lain.

Tapi bagaimana jika kalimat pertanyaan yang ada tidak memiliki katatanya? Misalnya, kita dihadapkan pada kalimat seperti ini: Kore wa hamusutaa desuka. (これはハムスターですか。/Apakah ini hamster?)” Tidak ada katatanya di sana. Yang menjadikan kalimat tersebut kalimat pertanyaan adalah kehadiran huruf “-ka” di akhir kalimat—setelah “desu”. Untuk menjawab kalimat ini kita tidak bisa (begitu saja) menggunakan pola dan aturan tadi.

Kalimat jawaban untuk kalimat pertanyaan tanpa katatanya terbagi menjadi dua. Ini dikarenakan jawaban kita untuk kalimat tersebut bisa berupa pembenaran dan bisa juga berupa penyangkalan. Jika pembenaran, maka jawaban kita akan didahului oleh kata “hai”, yang kemudian diikuti oleh kalimat pertanyaan tadi hanya saja tanpa huruf “-ka”. Jika penyangkalan, maka jawaban kita akan didahului oleh kata “iie”, yang kemudian diikuti separuh-awal kalimat pertanyaan tadi, dan mengganti bagian “desuka” dengan “dewa arimasen”. Frasa “dewa arimasen”, adalah frasa yang menunjukkan kata “tidak”, atau yang membuat sebuah kalimat bernilai negatif. Dalam praktik sehari-sehari frasa ini lebih sering dimunculkan dalam wujud “ja arimasen”, yang notabene tingkat kesantunannya sedikit di bawah “dewa arimasen”. Lebih jauh tentang hal ini akan kita pelajari nanti.

Maka, jawaban dari pertanyaan Kore wa hamusutaa desuka. (これはハムスターですか。/Apakah ini hamster?)” tadi bisa:

  • Hai, kore wa hamusutaa desu. (はい、これはハムスターです。/Ya, ini hamster.)
  • Iie, kore wa hamusutaa dewa arimasen. (いいえ、これはハムスターでわありません。/Bukan, ini bukan hamster.)

Sedikit tambahan: kita sebenarnya bisa juga memberikan jawaban yang sedikit lebih singkat, yakni dengan menghilangkan bagian “kore wa”, sehingga jawaban kita akan menjadi Hai, hamusutaa desu. (はい、ハムスターです。/Ya, hamster.)” atau Iie, hamusutaa dewa arimasen. (いいえ、ハムスターでわありません。/Bukan, bukan hamster.)”

Tambahan lainnya: khusus untuk kalimat jawaban bernilai positif, kita bisa juga cukup mengatakan Hai, sou desu (はい、そうです)” atau Hai, sou nan desu (はい、そうなんです)”, yang artinya kira-kira “Ya, benar begitu”.

Tambahan lainnya lagi: harap dipahami bahwa pada praktiknya nanti, terutama dalam percakapan sehari-hari, jawaban untuk kalimat pertanyaan tanpa katakerja ini ada banyak tipe. Di sini, kita menyempitkan dan menyederhanakannya menjadi seperti ini sebagai langkah awal saja.

 

Kosakata

Katatanya: nani (何/apa), nan (何/apa), nanno (何の/apa), nankai (何回/berapa kali), nanban (何番/nomor berapa), nanji (何時/pukul berapa), ikura (幾ら/berapa), itsu (何時/kapan), ikutsu (幾つ/umur berapa), oikutsu (お幾つ/umur berapa), nansai (何歳/umur berapa), dare (誰/siapa), dare no (誰の/punya siapa), donata (何方/siapa), donata-sama (何方様/siapa), dochira-sama (どちら様/siapa), doko (何処/di mana), dochira (どちら/di sebelah mana), dochira (どちら/yang mana), dou (如何/bagaiamna), ikaga (如何/bagaimana), nande (何で/mengapa), naze (何故/mengapa), doushite (如何して/mengapa).

Katabenda: kagi (鍵/kunci), shashin (写真/foto), hamusutaa (ハムスター/hamster), supiika (スピーカ/spiker), kagami (鏡/cermin), rippu (リップ/lipstik), kabe (壁/dinding), tegami (手紙/surat), hikari (光/cahaya), yami (闇/kegelapan), uta (歌/lagu), kashi (歌詞/lirik lagu), kashu (歌手/penyanyi), tabemono (食べ物/makanan), nomimono (飲み物/minuman), kusuri (薬/obat), ningyou (人形/boneka), maiku (マイク/mikforon), meiku (メイク/make-up).

Katasifat: sawayaka (爽やか/segar), shinsen (新鮮/segar), furesshu (フレッシュ/segar), suki (好き/suka), kirai (嫌い/benci), daisuki (大好き/suka sekali), daikirai (大嫌い/benci sekali), kinben (勤勉/rajin), riaru (リアル/realistis).

 

Tugas

Buatlah 10 kalimat pertanyaan tanpa katatanya dan 10 kalimat pertanyaan dengan katatanya, dan jawab semuanya. Khusus pertanyaan-pertanyaan tanpa katatanya, jawablah dua kali untuk tiap-tiap pertanyaan, dengan satu jawaban bernilai positif dan satu lagi bernilai negatif.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s