Katasifat

Katasifat dalam bahasa Jepang terbagi menjadi dua kelompok, yakni katasifat i () dan katasifat na (). Sebenarnya ada juga katasifat no (), tapi untuk sementara dua itu saja dulu.

 

 

Katasifat i ()

Ciri sebuah katasifat termasuk ke dalam katasifat i adalah diakhiri dengan huruf i (い). Itu indikator yang paling mudah. Akan tetapi, sayangnya, ada kasus-kasus tertentu di mana indikator ini tak bekerja. Itu bisa dibilang anomali. Dan karena anomali biasanya sedikit, maka sementara ini kasus-kasus tersebut dihapalkan saja.

Contoh-contoh katasifat i: atarashii (新しい/baru), utsukushii (美しい/cantik), yasashii (優しい/baik hati), yasashii (易しい/mudah), mabushii (眩しい/menyilaukan), mezurashii (珍しい/tidak biasa), kanashii (悲しい/sedih), urayamashii (羨ましい/iri), isogashii (忙しい/sibuk), tanoshii (楽しい/menyenangkan), muzukashii (難しい/sulit), sabishii (寂しい/kesepian), kuwashii (詳しい/tahu banyak), natsukashii (懐かしい/nostaljik), hazukashii (恥かしい/malu), okashii (可笑しい/aneh), oshii (惜しい/hampir), yarashii (やらしい/mesum), suzushii (涼しい/sejuk), atsui (暑い/panas), samui (寒い/dingin), omoi (重い/berat), karui (軽い/ringan), hiroi (広い/luas), semai (狭い/sempit), kowai (怖い/takut), osoroshii (恐ろしい/menakutkan), kawaii (可愛い/cantik), kakkoi (かっこいい/keren), chiisai (小さい/kecil), ookii (大きい/besar), tsumaranai (詰らない/membosankan), omoshiroi (面白い/menarik), furui (古い/lawas), warui (悪い/buruk), yasui (安い/murah), takai (高い/mahal), hikui (低い/rendah), takai (高い/tinggi), nibui (鈍い/tumpul), kurai (暗い/gelap), aoi (青い/biru), shiroi (白い/putih), kuroi (黒い/hitam), marui (丸い/bulat), tsuyoi (強い/kuat), yowai (弱い/lemah), yabai (やばい/gawat), urusai (煩い/berisik), atatakai (暖かい/hangat), tsumetai (冷たい/dingin), nagai (長い/panjang), mijikai (短い/pendek), nigai (苦い/pahit), karai (辛い/pedas), shoppai (しょっぱい/asin), suppai (酸っぱい/asam), amai (甘い/manis), kusai (臭い/bau), nurui (温い/lunak), yawarakai (柔らかい/lembut), katai (堅い/kaku), yurui (緩い/santai), wakai (若い/muda), kitanai (汚い/kotor), sugoi (凄い/keren), itai (痛い/sakit), ii (良い/bagus).

 

 

Katasifat na ()

Bagaimana mengetahui sebuah katasifat tidak tergolong katasifat na? Gampangnya, ia tidak termasuk katasifat i. Tapi itu jelas bukan cara mengidentifikasi yang baik. Lebih baik mengidentifikasi katasifat tersebut dengan melihat huruf terakhirnya. Jika bukan i (い), maka ia pasti katasifat na (な). Namun sekali lagi, setiap cara memiliki celah. Dalam hal ini, celah itu adalah adanya katasifat yang diakhiri dengan huruf i (い) namun ia justru katasifat na. Lalu? Hapalkan saja.

Contoh-contoh katasifat na: genki (元気/sehat), byouki (病気/sakit), suki (好き/suka), kirai (嫌い/benci), shizuka (静か/sepi), hima (暇/ luang), nigiyaka (賑やか/ramai), anzen (安全/aman), kiken (危険/berbahaya), benri (便利/praktis), fuben (不便/tidak praktis), sawayaka (爽やか/segar), shinsen (新鮮/segar), kinben (勤勉/rajin), majime (真面目/bersungguh-sungguh), futsuu (普通/biasa), fusigi (不思議/aneh), kanzen (完全/sepenuhnya), kanpeki (完璧/sempurna), onajiyou (同じよう/sama dengan), riaru (リアル/realistis), furesshu (フレッシュ/segar), hebii (ヘビー/berat), jiyuu (自由/bebas), kirei (綺麗/cantik), busu (ブス/jelek), bijin (美人/cantik), do-S (どS/sadis), do-M (どM/masokis), pojitibu (ポジティブ/berpikiran positif), negatibu (ネガティブ/berpikiran negatif), zankoku (残酷/kejam), jimi (地味/membosankan), taihen (大変/gawat), taisetsu (大切/penting), tokubetsu (特別/istimewa), hen (変/aneh), baka (バカ/bodoh), muri (無理/mustahil), yuumei (有名/terkenal).

 

 

Perubahan Katasifat

Dalam bahasa Jepang, seperti halnya katakerja, katasifat pun mengalami perubahan-perubahan untuk menunjukkan maksud tertentu. Misalnya, untuk menandakan sesuatu yang past. Atau, untuk menyatakan tidak. Atau, untuk menyatakan sesuatu yang tidak sekaligus past. Di pelajaran ini kita akan membahas ketiganya.

 

 

Bentuk Past

 

Di sinilah pengelompokan katasifat tadi berguna. Untuk katasifat i, jika ingin menjadikannya past kita harus menghilangkan huruf i (い) di akhir katasifat tersebut dan menggantinya dengan “-katta (かった)”, sehingga “samui (寒い)” menjadi “samukatta (寒かった)”, misalnya. Untuk katasifat na, yang perlu kita lakukan adalah menambahkan kata “deshita (でした)” setelah kata tersebut; katasifatnya sendiri tidak perlu kita ubah atau sesuaikan.

 

Contoh-contoh katasifat dalam bentuk past: atsukatta (暑かった/panas), samukatta (寒かった/dingin), omoshirokatta (面白かった/menarik), tsumaranakatta (詰らなかった/membosankan), tsuyokatta (強かった/kuat), yowakatta (弱かった/lemah), genki deshita (元気でした/sehat), byouki deshita (病気でした/sakit), shizuka deshita (静かでした/sepi), nigiyaka deshita (賑やかでした/ramai), futsuu deshita (普通でした/biasa), fusigi deshita (不思議でした/aneh).

 

 

Bentuk Tidak

 

Untuk mengubah katasifat i ke bentuk negatif atau bentuk tidak, lagi-lagi kita harus menghilangkan terlebih dahulu huruf i (い) di akhir katasifat tersebut, namun kali ini kita menggantinya dengan “-kunai (くない)”, bukan “-katta (かった)”. Sementara itu, untuk mengubah katasifat na ke bentuk negatifnya, kita cukup menambahkan “dewa arimasen (でわありません)” atau “ja arimasen (じゃありません)” di belakangnya, tanpa perlu memberi perubahan apa pun terhadap si katasifat.

 

Contoh-contoh katasifat dalam bentuk tidak: atsukunai (暑くない/tidak panas), samukunai (寒くない/tidak dingin), omoshirokunai (面白くない/tidak menarik), tsumaranakunai (詰らなくない/tidak membosankan), tsuyokunai (強くない/tidak kuat), yowakunai (弱くない/tidak lemah), genki ja arimasen (元気じゃありません/tidak sehat), byouki ja arimasen (病気じゃありません/tidak sakit), shizuka ja arimasen (静かじゃありません/tidak sepi), nigiyaka ja arimasen (賑やかじゃありません/tidak ramai), futsuu ja arimasen (普通じゃありません/tidak biasa), fusigi ja arimasen (不思議じゃありません/tidak aneh).

 

 

Bentuk Tidak sekaligus Past

 

Perlu diketahui bahwa yang kita lakukan pertama-tama adalah mengubah si katasifat ke bentuk tidak. Barulah setelah itu, kita mengubahnya ke bentuk past. Dengan demikian, patokan kita adalah katasifat yang sudah dalam bentuk tidak tadi. Untuk katasifat i, kita lagi-lagi harus menghilangkan huruf i (い) di akhir dan menggantinya dengan “-katta (かった)”, sehingga “samukunai (寒くない)” menjadi “samukunakatta (寒くなかった)”, misalnya. Untuk katasifat na, kita cukup menambahkan kata “deshita (でした)” setelah kata “arimasen (ありません)”.

 

Contoh-contoh katasifat dalam bentuk tidak sekaligus past: atsukunakatta (暑くなかった/tidak panas), samukunakatta (寒くなかった/tidak dingin), omoshirokunakatta (面白くなかった/tidak menarik), tsumaranakunakatta (詰らなくなかった/tidak membosankan), tsuyokunakatta (強くなかった/tidak kuat), yowakunakatta (弱くなかった/tidak lemah), genki ja arimasen deshita (元気じゃありませんでした/tidak sehat), byouki ja arimasen deshita (病気じゃありませんでした/tidak sakit), shizuka ja arimasen deshita (静かじゃありませんでした/tidak sepi), nigiyaka ja arimasen deshita (賑やかじゃありませんでした/tidak ramai), futsuu ja arimasen deshita (普通じゃありませんでした/tidak biasa), fusigi ja arimasen deshita (不思議じゃありませんでした/tidak aneh).

 

 

 

 

Tambahan: Bentuk Plain dan Kalimat Lengkap

 

Tentu kita menyadari bahwa, khusus untuk katasifat na, mengucapkan bentuk tidak-sekaligus-past-nya sangatlah merepotkan. Panjang. Tidak efektif. Juga terkesan kelewat formal. Memang, pada praktiknya, alih-alih bentuk ini, lebih biasa digunakan bentuk lainnya yang jauh lebih pendek dan lebih sederhana, yang selanjutnya akan disebut bentuk plain.

 

Aturan bentuk plain tersebut seperti ini: kita hilangkan kata “arimasen (ありません)” dan menggantinya dengan “nai (ない)”. Kata “nai (ない)” adalah bentuk plain dari kata “arimasen (ありません)”. Begitulah kira-kira. Maka “genki ja arimasen (元気じゃありません)”, misalnya, berubah menjadi “genki ja nai (元気じゃない)”. Setidaknya, lebih mudah menyebutkannya.

 

Tapi ingat, di situ kita baru mengubah si katakerja ke dalam bentuk tidak. Untuk lanjut mengubahnya ke bentuk past, kita harus menghilangkan huruf i (い) pada kata “nai (ない)” tadi, lantas menggantinya dengan “-katta (かった)”. Pola yang sama dengan perubahan ke bentuk past untuk katakerja i. Dengan demikian, “genki ja arimasen deshita (元気じゃありませんでした)” berubah menjadi “genki ja nakatta (元気じゃなかった)”. Tidak terlalu rumit, setidaknya.

 

Sekarang kita akan lanjut ke kalimat lengkap. Perhatikan kalimat ini: “Kinou wa totemo samukatta (昨日はとても寒かった/ Kemarin sangat dingin).” Kalimat tersebut sudah benar, dan kita sudah bisa memahami maksudnya. Tidak ada yang salah, sebenarnya. Akan tetapi, kalimat tersebut, sesungguhnya, belum lengkap. Apa maksudnya? Kalimat tersebut belum bisa disertakan dalam sebuah tulisan formal. Cara mengatasinya? Cukup tempatkan kata “desu (です)” di paling akhir—“Kinou wa totemo samukatta desu (昨日はとても寒かったです/ Kemarin sangat dingin)”.

 

Sekarang perhatikan kalimat ini: “Kyou wa amari samukunai (今日はあまり寒くない/ Hari ini tak terlalu dingin).” Lagi-lagi, kalimat tersebut sudah benar, dan kita sudah bisa memahami maksudnya, namun sayang sekali belum lengkap, belum bisa disertakan dalam sebuah tulisan formal. Untuk mengatasinya kita pun cukup menambahkan kata “desu (です)” di akhir kalimat—“Kyou wa amari samukunai desu (今日はあまり寒くないです/ Hari ini tak terlalu dingin)”.

 

Sekarang kita sudah memahami bahwa kata “desu (です)” bisa ditambahkan pada sebuah kalimat yang diakhiri dengan “nai (ない)” untuk menjadikannya formal, tidak lagi plain. Sebelumnya, kita sudah memahami bahwa kata “nai (ない)” adalah bentuk plain dari “arimasen (ありません)”. Maka, logikanya, berlaku juga kebalikannya: 1) kata “desu (です)” di akhir sebuah kalimat yang ditempatkan setelah “nai (ない)” bisa dihapus untuk menjadikannya plain, tidak lagi formal; 2) kata “arimasen (ありません)” adalah bentuk formal dari kata “nai (ない)”. Dan khusus yang kedua, kita bisa menerapkannya pada katasifat i yang sudah dalam bentuk tidak, seperti “samukunai (寒くない)” tadi. Itu artinya, “samuku arimasen (寒くありません)” adalah bentuk formal lainnya dari “samukunai (寒くない)”. Bahkan, ia bisa dibilang lebih formal dari “samukunai desu (寒くないです)”.

 

 

 

 

Kosakata

 

atarashii (新しい/baru), utsukushii (美しい/cantik), yasashii (優しい/baik hati), yasashii (易しい/mudah), mabushii (眩しい/menyilaukan), mezurashii (珍しい/tidak biasa), kanashii (悲しい/sedih), urayamashii (羨ましい/iri), isogashii (忙しい/sibuk), tanoshii (楽しい/menyenangkan), muzukashii (難しい/sulit), sabishii (寂しい/kesepian), kuwashii (詳しい/tahu banyak), natsukashii (懐かしい/nostaljik), hazukashii (恥かしい/malu), okashii (可笑しい/aneh), oshii (惜しい/hampir), yarashii (やらしい/mesum), suzushii (涼しい/sejuk), atsui (暑い/panas), samui (寒い/dingin), omoi (重い/berat), karui (軽い/ringan), hiroi (広い/luas), semai (狭い/sempit), kowai (怖い/takut), osoroshii (恐ろしい/menakutkan), kawaii (可愛い/cantik), kakkoi (かっこいい/keren), chiisai (小さい/kecil), ookii (大きい/besar), tsumaranai (詰らない/membosankan), omoshiroi (面白い/menarik), furui (古い/lawas), warui (悪い/buruk), yasui (安い/murah), takai (高い/mahal), hikui (低い/rendah), takai (高い/tinggi), nibui (鈍い/tumpul), kurai (暗い/gelap), aoi (青い/biru), shiroi (白い/putih), kuroi (黒い/hitam), marui (丸い/bulat), tsuyoi (強い/kuat), yowai (弱い/lemah), yabai (やばい/gawat), urusai (煩い/berisik), atatakai (暖かい/hangat), tsumetai (冷たい/dingin), nagai (長い/panjang), mijikai (短い/pendek), nigai (苦い/pahit), karai (辛い/pedas), shoppai (しょっぱい/asin), suppai (酸っぱい/asam), amai (甘い/manis), kusai (臭い/bau), nurui (温い/lunak), yawarakai (柔らかい/lembut), katai (堅い/kaku), yurui (緩い/santai), wakai (若い/muda), kitanai (汚い/kotor), sugoi (凄い/keren), itai (痛い/sakit), ii (良い/bagus), genki (元気/sehat), byouki (病気/sakit), suki (好き/suka), kirai (嫌い/benci), shizuka (静か/sepi), hima (暇/ luang), nigiyaka (賑やか/ramai), anzen (安全/aman), kiken (危険/berbahaya), benri (便利/praktis), fuben (不便/tidak praktis), sawayaka (爽やか/segar), shinsen (新鮮/segar), kinben (勤勉/rajin), majime (真面目/bersungguh-sungguh), futsuu (普通/biasa), fusigi (不思議/aneh), kanzen (完全/sepenuhnya), kanpeki (完璧/sempurna), onajiyou (同じよう/sama dengan), riaru (リアル/realistis), furesshu (フレッシュ/segar), hebii (ヘビー/berat), jiyuu (自由/bebas), kirei (綺麗/cantik), busu (ブス/jelek), bijin (美人/cantik), do-S (どS/sadis), do-M (どM/masokis), pojitibu (ポジティブ/berpikiran positif), negatibu (ネガティブ/berpikiran negatif), zankoku (残酷/kejam), jimi (地味/membosankan), taihen (大変/gawat), taisetsu (大切/penting), tokubetsu (特別/istimewa), hen (変/aneh), baka (バカ/bodoh), muri (無理/mustahil), yuumei (有名/terkenal).

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s