Partikel

Bahasa Jepang memiliki sejumlah partikel yang berguna dalam pembuatan kalimat. Di pelajaran kali ini, kita akan membahasnya satu per satu.

 

Partikel wa () dan ga ()

Kedua partikel ini berfungsi layaknya tobe dalam bahasa Inggris; ditempatkan tepat setelah subjek dan seringkali tak diartikan. Perbedaannya: wa (は) lebih menekankan pada aktivitas atau keterangan mengenai si subjek, sedangkan ga (が) lebih menekankan pada si subjek. Contoh: “Watashi wa sono hon wo kaimasu (私はその本を買います/ Saya akan membeli buku itu).” Di sini, yang ditekankan adalah aktivitas membeli buku. Sementara itu, hal sebaliknya terjadi apabila partikel wa (は) di sana diganti dengan ga (が)—“Watashi ga sono hon wo kaimasu (私はその本が買います/ Saya yang akan membeli buku itu)”. Di sini yang ditekankan adalah si subjek; saya lah yang akan membeli buku itu.

Khusus untuk partikel ga (が), ia punya fungsi-fungsi lain. Misalnya, pada kalimat ini: “Neko ga imasu (猫がいます/ Ada kucing).” Prinsipnya sebenarnya sama saja dengan fungsinya yang tadi dijabarkan, yakni menekankan pada si subjek, yakni neko (猫/kucing); bahwa neko (猫/kucing) ini imasu (います/ada). Bedanya adalah, partikel ga (が) di sini tidak bisa diganti oleh partikel wa (は). Mengatakan “Neko wa imasu (猫はいます)” akan terasa sangat aneh, tidak lazim, dan memang keliru. Kasus serupa berlaku untuk kalimat ini: “Tsukue ga arimasu (机があります/ Ada meja).”

(Sedikit tambahan: katakerja iru (いる/ada) umumnya digunakan untuk makhluk hidup atau sesuatu yang sejatinya bergerak sendiri, seperti manusia dan hewan; sementara itu, katakerja aru (ある/ada) umumnya digunakan untuk yang selain itu, yakni benda mati atau benda hidup yang sejatinya tidak bergerak sendiri, seperti alat-alat rumah tangga, pakaian, tumbuhan.)

Fungsi lain dari partikel ga (が) adalah untuk menyatakan rasa suka atau benci. Misalnya: “Watashi wa inu ga suki desu (私は犬が好きです/ Saya suka anjing).” Di sana ga (が) ditempatkan setelah objek—inu (犬/anjing)—dan setelah suki (好き/suka). Perhatikan bahwa partikel wa (は) juga ada, dan itu bukanlah masalah. Di kalimat tersebut, partikel wa (は) berfungsi sebagai tobe, sedangkan partikel ga (が) bukan.

Lawan kata dari suki (好き/suka) adalah kirai (嫌い/benci). Untuk menyatakan rasa benci, kita tinggal mengganti kata suki (好き/suka) dengan kata kirai (嫌い/benci), sehingga kalimat tadi menjadi: “Watashi wa inu ga kirai desu (私は犬が嫌いです/Saya benci anjing).”

(Sedikit tambahan: untuk menyatakan tidak suka tetapi bukan benci, kita tinggal mengubah bentuk kalimat menjadi negatif, yakni dengan mengganti kata desu (です) dengan dewa arimasen (でわありません) atau ja arimasen (じゃありません); hal yang sama berlaku untuk kasus tidak benci tetapi bukan suka.)

 

Partikel wo ()

Partikel wo (を) berfungsi menghubungkan katabenda dengan katakerja, di mana si katabenda dikenai perbuatan si katakerja. Contoh: “Kondo no yoru no doyoubi ha kono okane wo tsukaimasu (今度の夜の土曜日はこのお金を使います/ Sabtu malam nanti saya akan menggunakan uang ini).” Partikel wo (を), ditempatkan di antara okane (お金/uang) yang adalah katabenda dan tsukaimasu (使います/menggunakan) yang adalah katakerja, dengan kondisi katakerja tersebut dikenakan kepadanya. Itu berarti, partikel wo (を) hanya bisa digunakan dalam sebuah kalimat yang mengandung katakerja transitif. Jika katakerja yang dalam kalimat tersebut adalah katakerja intransitif, seperti aruku (歩く/ berjalan), maka ia tidak bisa digunakan. Untuk kasus ini kita bisa menggunakan partikel lain.

 

Partikel ni (), e (), dan de ().

Fungsi pertama partikel ni (に) adalah menunjukkan waktu terjadinya sesuatu. Misalnya, pada kalimat ini: “Watashi wa mainichi rokujihan ni gakkou e ikimasu (私は毎日六時半に学校へ行きます/ Saya setiap hari pergi ke sekolah pukul setengah tujuh).” Di sana, partikel ni (に) ditempatkan setelah kata keterangan waktu, yakni rokujihan (六時半). Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia ia bisa menjadi pada, meski lebih sering tidak diartikan.

Fungsi berikutnya dari partikel ni (に) adalah menunjukkan tempat, dan fungsi ini dibagi menjadi dua. Pertama, yang berarti ke, atau menyatakan tujuan. Contoh: “Uchi ni kaerimasu (家に帰ります/ Saya akan pulang ke rumah).” Kedua, yang berarti di, atau menyatakan tempat sesuatu terjadi. Contoh: “Kyoushitsu ni imasu (教室にいます/ Ada di kelas).” Yang perlu diperhatikan, keduanya ditempatkan setelah katabenda yang adalah tempat. Inilah yang membedakan fungsi partikel ni (に) ini dengan fungsinya tadi.

Partikel e (へ), memiliki fungsi yang serupa dengan partikel ni (に), yakni menunjukkan tempat. Akan tetapi, ia sangat terbatas, yakni pada menyatakan tujuan, atau yang berarti ke. Contoh: “Gakkou e ikimasu (学校へ行きます/ Pergi ke sekolah).” Partikel e (へ) tidak bisa digunakan untuk menunjukkan tempat sesuatu terjadi.

Sementara itu partikel de (で), justru bisa digunakan untuk menunjukkan tempat sesuatu terjadi, namun tidak bisa digunakan untuk menyatakan tujuan. Dalam hal ini, ia seperti kebalikan dari pertikel e (へ). Contohnya: “Kono choko wa asoko no konbini de kaimashita (このチョコはあそこのコンビにで買いました/ Cokelat ini saya beli di konbini sana).”

Partikel de (で) juga punya fungsi lain, yakni yang berarti dengan, atau yang menyatakan cara sesuatu dilakukan. Misalnya: “Watashi wa maiasa basu de gakkou ni ikimasu (私は毎朝バスで学校に行きます/ Saya setiap pagi pergi ke sekolah naik bus).” Mengapa di kalimat ini partikel de (で) tidak berarti di? Karena konteksnya tidak cocok untuk itu.

 

Partikel to () dan ya ()

Partikel to (と) berfungsi sebagai katasambung yang berarti dan. Dalam kalimat, ia diletakkan di antara dua katabenda, bukan dua kalimat. Contohnya: “Kono kurasu ni wa watashi to sensei ga imasu (このクラスには私と先生がいます/ Di kelas ini ada saya dan sensei).” Contoh lainnya: “Sono heya ni wa Yamada-san to Mari-san to Tanaka-san ga imasu (その部屋には山田さんとマリさんと田中さんがいます/ Di kamar itu ada Yamada-san, Mari-san, dan Tanaka-san).” Satu hal yang harus diperhatikan: jika kita menggunakan partikel to (と) maka apa yang kita jabarkan persis sebanyak itu.

Lalu bagaimana jika yang kita jabarkan hanya sebagian saja? Kita bisa menggunakan partikel ya (や). Pada dasarnya, fungsi partikel ya (や) sama saja dengan fungsi partikel to (と), yaitu sebagai katasambung yang berarti dan. Hanya saja, ketika kita menggunakan partikel ya (や), di akhir kalimat itu kita seperti menambahkan “dan lain-lain”. Contoh: “Reizouko ni wa miruku ya tamago ga arimasu (冷蔵庫にはミルクや卵があります/ Di kulkas ada susu, telur, dan lain-lain).”

 

Partikel mo ()

Fungsi partikel mo (も) adalah untuk menyatakan juga, yang biasanya didahului oleh sebuah kalimat. Contohnya: “Aniki wa butaniku ga suki desu. Watashi mo butaniku ga suki desu. (兄貴は豚肉が好きです。私も豚肉が好きです。/ Kakak laki-laki saya suka daging babi. Saya juga suka daging babi.)” Dalam praktiknya, untuk memperpendek apa yang kita ucapkan, atau untuk mengurangi jumlah karakter, kita bisa menggabungkan kedua kalimat tersebut, sehingga menjadi seperti ini: “Aniki mo watashi mo butaniku ga suki desu (兄貴も私も豚肉が好きです/ Baik kakak laki-laki saya maupun saya, sama-sama suka daging babi).” Di sini, partikel mo (も) diucapkan dua kali. Dalam bahasa Inggris ia berarti both.

 

Partikel no ()

Partikel no (の) biasa digunakan untuk menunjukkan kepemilikan, atau keterhubungan. Misalnya, pada kalimat ini: “Kore wa watashi no shifuku desu (これは私の私服です/ Ini pakaian saya).” Atau, pada kalimat ini: “Watashi wa IPB daigaku no daigakusei desu (私はIPB の大学の大学生です/ Saya mahasiswa IPB).” Ingat selalu bahwa partikel no (の) ditempatkan di antara dua katabenda, dengan katabenda pertama sebagai si pemiliki atau asal.

 

Kosakata

kaban (鞄/tas), saifu (財布/dompet), okane (お金/uang), kaado (カード/kartu), konbini (コンビ二/convenience store), reizouko (冷蔵庫/kulkas), tamago (卵/telur), niku (肉/daging), yasai (野菜/sayuran), kudamono (果物/buah-buahan), banana (バナナ/pisang), suika (西瓜/semangka), ichigo (苺/stroberi), painappuru (パイナップル/nanas), ringo (林檎/apel), abokado (アボカド/alpukat), ninjin (人参/wortel), piiman (ピーマン/paprika), mikan (蜜柑/jeruk), imo (芋/ubi), kaidan (階段/tangga), kyoushitsu (教室/kelas), beru (ベル/bell), keitai (携帯/ponsel), bangou (番号/nomor), hagaki (葉書/kartu pos), purezento (プレゼント/hadiah), kurisumasu (クリスマス/Hari Natal), ribon (リボン/pita), kouen (公園/taman), daigaku (大学/universitas), gakkou (学校/sekolah), byouin (病院/rumah sakit), ginkou (銀行/bank), kissaten (喫茶店/kafe), bijutsukan (美術館/museum), doubutsuen (動物園/kebun binatang), eki (駅/stasiun), basutei (バス停/halte bus), kuukou (空港/bandara), asa (朝/pagi), hiru (昼/siang), yuugata (夕方/petang), yoru (夜/malam), yonaka (夜中/tengah malam).


Tugas

Buatlah sejumlah kalimat dengan menggunakan partikel-partikel yang sudah kamu pelajari di atas.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s