Di Depan Pintu

berdiri di depan pintu
aku menyadari
bayangkanku telah pergi meninggalkan diriku
setelah sebelumnya ia mencuri wajahku
yang di sana tertanam matamu

bersama malam
putih lampu
mulai menghitung sisa kegembiraan
pada cokelat kursi dan hitam meja
pada tubuhku yang lama lelah
memendam dirimu
menyembunyikanmu

aku berdiri dan terdiam
dan tak tahu
apakah detak jam akan menghilang
atau terbuang

sebuah cahaya dari jendela
merupa wahyu
yang turun sempurna pada pagi Sabtu
menghampiri aku yang tak berwajah
dan tak mampu memandanginya
mengenalinya
seakan dinantikannya aku merapalkan sesuatu
seakan ia menungguku menggumamkan sesuatu
sekadar untuk membuatnya percaya
di dalam diriku engkau ada
sisa dirimu
yang mengenaliku

aku tak bisa membaca apa pun
bahkan masa depan
yang kadung diberitakan

aku di sana
terdiam dan memuram

tak ada yang membayang menemaniku
meski di depan pintu itu
napas waktu kian saru
dan tubuh-biruku
sekejap merudu
dan membeku

2016

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s